Jumat

TNI test fires new indigenously produced rocket launcher


ABG - The Indonesian Armed Forces (Tentara Nasional Indonesia - TNI) test fired rockets from an indigenously produced tactical military vehicle known as the 6X6 Kenderaan Taktis (Rantis) on 6 March.

According to a statement released by the Indonesian Ministry of Defence's (MoD's) media centre, the tests were conducted near the Santolo Indah beach located in Garut, West Java.

The 6X6 Rantis is a jointly developed rocket launcher vehicle produced by state-owned arms manufacturer PT Pindad in collaboration with local industry and the MoD's research and development agency.

The tests were conducted with the R-Han 122, an indigenous 15 km-range 122 mm ground-launched GPS-guided rocket. The projectiles, which are powered by hydroxyl ammonium nitrate (HAN) propellant, are also produced by PT Pindad.

Peneliti NASA Lihat Cahaya Aneh di Gunung Lawu


ABG - Peneliti NASA lihat cahaya aneh di Gunung Lawu. Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Magetan, Jawa Timur, menyimpan sejuta misteri. Tak hanya gunungnya, bangunan di lereng pun juga diselimuti misteri.

Bahkan misteri terselubung di gunung yang dulunya bernama Wukir Mahendra tersebut juga diakui oleh para peneliti National Aeronautics and Space Administration (NASA), Amerika Serikat. Dari angkasa, mereka melihat penampakan cahaya segi delapan beraturan atau oktagon di lereng gunung, tepatnya di Candi Sukuh.

Dari lokasi itu pula, para peneliti NASA juga kerap melihat sinar lurus mengarah ke angkasa.

”Itu diberitahukan oleh para peneliti dari Australia saat melakukan penelitian ke Candi Sukuh. Mereka mendengar keterangan dari para peneliti NASA, karena itu mereka datang ke sini untuk menelitinya,” jelas Pemerhati Gunung Lawu, Polet, di Ngargoyoso, Karanganyar.

Kamis

FIFA Perbolehkan Pemakaian Jilbab di Lapangan Sepakbola


ABG - Badan sepakbola dunia FIFA, telah resmi membolehkan pengenaan hijab atau jilbab pada pertandingan sepakbola.

"Diputuskan bahwa pesepakbola putri boleh menutup kepalanya (berjilbab) selagi bermain," kata Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke pada sebuah pertemuan Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) yang menjadi pembuat aturan sepakbola dunia, di Zurich hari ini seperti dikutip AFP.

Keputusan ini akan membolehkan para pesepakbola putri muslim yang sehari-hari mengenakan jilbab untuk juga mengenakan jilbab selagi bermain di lapangan.

Valcke menambahkan para pesepakbola putra juga dibolehkan mengenakan penutup kepala menyusul ada permintaan dari komunitas Sikh di Kanada.

"Diputuskan bahwa pesepakbola putra juga boleh bermain dengan penutup kepala," kata dia.  Namun penutup kepala ini tidak akan sama dengan yang sehari-hari dikenakan sang pesepakbola.